Liburan seminggu awal musim panas lalu kami lewatkan di daerah Hutan Bavaria (Bayerischer Wald), yang terletak di negara bagian Bavaria, Jerman. Wilayah pegunungan ini terbentang sepanjang perbatasan Czech Republik hingga ke hutan Bohemia (Šumava) di Czech Republik. Secara geografis hutan Bavaria dan hutan Bohemia adalah bagian dari pegunungan yang sama. Hutan Bavaria ini adalah kawasan hutan lindung terbesar di Eropa tengah.
Tempat-tempat yang kami kunjungi kali ini adalah tempat wisata yang akrab dengan dunia anak. Salah satunya adalah “Istana Negeri Dongeng”.

Villa yang dulunya dimiliki oleh keluarga Willmann ini dibangun dengan gaya Art Nouveau (Jugendstil dalam bahasa Jerman) pada tahun 1905. Setelah direnovasi pada tahun 1987 bangunan tersebut disulap menjadi “Istana Negeri Dongeng dan Rumah Hantu“, serta dibuka untuk umum.
Istana yang terdiri dari tiga lantai ditambah satu lantai ruang bawah tanah tersebut memiliki beberapa ruangan, yang diisi dengan figur dari tokoh berbagai cerita dongeng. Boneka-boneka tersebut adalah hasil pekerjaan tangan dari bahan tanah liat, yang kemudian dikeringkan dan dicat satu per satu.
Begitu juga bangku, kursi dan meja yang terbuat dari kayu yang berada di warung kecil di bagian belakang bangunan yang menjual makanan, minuman ringan dan cendera mata. Sementara 5000 keping ubin yang menghiasi toilet, dilukis keping per keping dan kemudian dipanaskan sebagai proses penyelesaiannya.

~~ooo~~
Berikut ini adalah beberapa contoh dari tokoh-tokoh dongeng yang ada di beberapa ruangan dalam istana tersebut.
Kisah Burung Bulbul

Kisah tentang seorang Kaisar di China yang terpesona dengan kemerduan suara seekor burung Bulbul. Nyanyian merdu dari seekor burung yang terbuat dari emaspun tak bisa mengalahkan indahnya suara si burung Bulbul, bahkan nyanyiannya sanggup menyembuhkan sang Kaisar dari sakit kerasnya.
~~000~~
Hikayat Seribu Satu Malam

1001 Malam
Kisah bermula dari murkanya seorang Raja ketika ia mengetahui pengkhianatan seorang permaisurinya. Sejak saat itu ia dendam dan akan menghukum mati setiap wanita yang menjadi permaisurinya. Hingga suatu saat ada seorang putri dari salah satu penasehat raja yang dengan rela hati menyerahkan diri menjadi istri dari Raja tersebut. Wanita cantik, cerdas dan berani ini setiap malam menceritakan kisah menarik kepada Raja. Ia sengaja tidak menyelesaikan ceritanya, sehingga Raja menjadi penasaran dengan akhir kisah-kisah tersebut dan menunggu kelanjutannya pada malam-malam berikutnya. Berbagai kisah yang diceritakan oleh permaisuri selama seribu satu malam tersebut tidak saja untuk menunda hukuman mati yang akan diterimanya, tetapi akhirnya menyadarkan sang Raja akan kekejaman atas dendamnya selama ini dan membatalkan hukuman mati tersebut.
~~ooo~~
Rapunzel

Rapunzel
Kisah seorang putri raja bernama Rapunzel yang memiliki rambut panjang yang ajaib. Ia diculik ketika bayi oleh seorang penyihir yang dendam karena tanaman ajaibnya dicuri oleh seorang pegawai istana demi kesembuhan permaisuri yang sakit dan saat itu sedang mengandung Rapunzel. Putri ini kemudian tumbuh hingga dewasa terkunci di dalam menara bersama sang penyihir yang ia anggap sebagai ibunya. Berkat seorang pangeran ia berhasil keluar dan kemudian bertemu dan berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya. Rapunzel kemudian hidup bahagia bersama sang pangeran.
~~ooo~~
Serigala dan Tujuh Anak Kambing

Serigala dan Tujuh Anak Kambing
Kisah seekor serigala yang menyamar dan berhasil mengelabui tujuh anak kambing yang berada di rumah tanpa ibu mereka. Ia berhasil menelan hidup-hidup enam ekor anak kambing, hingga ia tertidur. Yang tertinggal hanya yang bungsu karena ia berhasil bersembunyi. Ketika induk kambing tersebut kembali, ia dan anak bungsunya berhasil membebaskan enam ekor kambing yang berada di dalam perut serigala yang masih pulas dengan membelahnya. Kemudian perut tersebut mereka isi dengan batu-batuan dan menjahitnya. Serigala mati tenggelam karena beban yang ada di perutnya ketika sedang kehausan dan minum di sebuah kolam.
~~ooo~~
Musisi dari Bremen

Musisi dari Bremen
Kisah empat ekor hewan, yaitu Keledai, Anjing, Kucing dan Ayam Jago yang diusir oleh majikan mereka karena dianggap sudah tua dan tak berguna lagi. Mereka akhirnya sepakat bekerja sama dan mengadu nasib sebagai musisi di kota Bremen. Di perjalanan menuju kota Bremen mereka melewati hutan dan harus bermalam di sana. Tanpa sengaja mereka menemukan rumah persembunyian para penyamun. Mereka berhasil membuat takut para penyamun hingga akhirnya meninggalkan rumah persembunyian tersebut yang dipenuhi harta hasil rampokan. Keempat hewan tadi akhirnya hidup senang di masa tuanya walaupun cita-cita mereka untuk menjadi musisi tak terlaksana.
~~ooo~~
Rumah Hantu
Di lantai bawah tanah bangunan tersebut terdapat beberapa ruangan yang diisi dan ditata dengan kisah-kisah dongeng lainnya seperti Kisah Drakula, Nenek Sihir dan beberapa kisah menyeramkan lainnya. Tetapi tidak sempat diabadikan karena putri kecilku menangis ketakutan ketika akan turun ke ruang bawah begitu melihat di dinding samping tangga ada seekor laba-laba besar menempel, walaupun itu bukan laba-laba asli.

Laba-laba
Walaupun bentuk tokoh-tokoh dongeng dan pernak-pernik yang ditampilkan sebagai ilustrasi dari cerita tersebut cukup sederhana, tetapi tetap menarik terutama bagi anak-anak. Sesederhana apapun penggambaran suatu cerita biasanya anak-anak memiliki daya khayal masing-masing untuk menyerap dan mengerti kisah yang dihadirkan tersebut.
Cerita Dongeng akan selalu hidup, selama ada para pendongeng dan pendengarnya.
(Catatan liburan awal musim panas, Germany 2011)
Foto: HT Oberst